Slamat Datang Di Blog Diar Lp [δ×™Blog Diar™×δ]: 2012
 

Pages

Saturday, May 26, 2012 at 7:54 PM | 0 comments  
Posted by Diar Labels:
Posted by Diar Labels:
Posted by Diar Labels:
Posted by Diar Labels:
Pada 5 Juni 2012 nanti, Linkin Park akan konser di Berlin, Jerman. Konser tersebut disponsori oleh Telekom Streetgigs. Baru-baru ini mereka membuat sebuah iklan konser tersebut dan menyertakan cuplikan video clip "Burn It Down".  Penasaran dengan video nya? Check this out :

 Pada 5 Juni 2012 nanti, Linkin Park akan konser di Berlin, Jerman. Konser tersebut disponsori oleh Telekom Streetgigs. Baru-baru ini mereka membuat sebuah iklan konser tersebut dan menyertakan cuplikan video clip "Burn It Down".  Penasaran dengan video nya? Check this out :

Posted by Diar Labels:
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka

beribadah kepada-Ku." (adz-Dzaariyaat [51]: 56)

Siapa pun kita, apakah berprofesi sebagai mahasiswa, pelajar, karyawan,

pengusaha, kaum profesional, ataupun aktivis organisasi dan dakwah, tentu

membutuhkan "bahan bakar" berupa semangat dan motivasi tinggi dalam setiap

aktivitas kita. Namun tahukah Anda, bila motivasi yang kuat-bahkan sebisa

mungkin memiliki daya tahan yang lama-diawali dengan visi hidup yang benar, atau

dapat diistilahkan: "setiap orang harus punya idealisme"?


Manusia memang Allah swt. ciptakan sebagai makhluk dengan keunikan

tersendiri. Karena, tak ada dua manusia pun yang sama (identik) satu sama lain,

walapun mereka adalah saudara kembar. Meskipun ada perbedaan di tiap diri

manusia, namun langkah-langkah penentuan visi hidup sukses bisa diarahkan kepada

satu arah yang sama. Tentu saja dengan menitikberatkan pada konsep visi dengan

fikrah (pemikiran) yang Islami.

Berikut ini beberapa tips yang insya Allah bermanfaat sebagai bahan renungan

dan perbandingan dalam merancang visi hidup kita.

1. Perkuat niat kita bahwa kita terlahir dan hidup ke dunia untuk menjadi

hamba Allah swt. yang taat agar meraih ridha-Nya (lihat QS 51:56).

Dengan predikat hamba Allah inilah kita senantiasa wajib tunduk, taat, patuh,

setia, dan bertanggung jawab pelaksanaan dari perintah-Nya. Sebagaimana ikrar

kita, "Inna shalaatii, wanusukii, wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil-

'aalamiin" menjadi pengingat dan penguat diri kita atas keberadaan kita di 
dunia.

Niat hidup di dunia memang akan men-shibghah (mewarnai) tujuan hidup, dan

seterusnya akan menjadi nilai misi dan visi hidup seseorang. Bagi setiap muslim,

"warna" ridha Allah" harus dimaksimalkan, sementara "warna" syahwat dan hawa

nafsu tentu saja harus dibuang jauh-jauh. Kehancuran kaum 'Ad, Tsamud, kaumkaum

durhaka lainnya cukup menjadi bukti bagi kita bahwa niat dan perilaku

membangkang dari ketaatan pada Allah swt. bukan saja tak dapat meraih ridha-

Nya, namun juga mengakibatkan murka dan turunnya azab-Nya serta kehinaan di

dunia maupun akhirat.

2. Tentukan dan pastikan misi dan visi hidup kita, karena hal-hal tersebut

sebagai dasar kesuksesan seseorang.

Sering orang sulit membedakan mana yang termasuk misi dan mana yang

tergolong visi hidup. "Misi hidup" secara individu diartikan sebagai: 
kristalisasi

nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh seseorang. Ini mencakup seluruh 
nilai

yang membentuk sifat, sikap, dan perilaku seseorang, baik nilai yang berasal 
dari

orang tua, keluarga, budaya, bangsa, maupun agama. Bila seseorang ditanya apa

misi hidupnya, lalu dia berkata, "Oh, saya menjalani hidup apa adanya," atau

"Bagi saya, hidup saya ini seperti air mengalir saja," jawaban seperti ini

menunjukkan ketidaktahuannya tentang misi hidup. Misi hidup memang bisa

positif dan bisa pula negatif. Tentu saja kita harus membuat misi hidup positif

yang mengandung prinsip-prinsip nilai berupa: kebaikan, kejujuran, keadilan,

kedamaian, kesetiaan, keselamatan, kesejahteraan, ketenteraman, dan

kebahagiaan.

Sementara itu, "visi hidup" lebih diibaratkan sebagai mimpi (bukan berkhayal),

karena kita membayangkan sesuatu yang masih bersifat harapan. Visi juga disebut

sebagai kemampuan melihat apa yang saat ini belum terwujud. Kita harus

membuat visi hidup sesuai dengan kemampuan dan kelebihan diri kita.

3. Buatlah misi dan hidup Anda dalam bentuk yang sederhana di satu tempat

khusus, seperti buku agenda (dairy) agar dapat meretensi (memperkuat)

memori otak dan "membakar" motivasi diri.

Buatlah misi hidup yang positif, yaitu yang memiliki nilai-nilai: spiritual, 
luhur,

menarik, fleksibel, jelas, dan singkat. Contoh: Misi Hidup Muhammad Fathoni,

dengan rincian sebagai berikut:

Pertanyaan Jawaban

Siapakah saya? Makhluk ciptaan Allah swt..

Mengapa saya ada di dunia? Untuk berbuat baik.

Apa keunggulan/kelebihan diri saya? Berpendidikan, ulet, dan kreatif.

Untuk siapa saya bekerja? Untuk masyarakat di sekitar saya.

Apa hasil/produk dari pekerjaan

saya?

Pemberdayaan orang lain.

Di mana saya mengerjakannya? Di dunia.

Misi hidup Muhammad Fathoni dalam satu kalimat:

"Saya adalah makhluk ciptaan Allah swt. yang berpendidikan,

ulet, dan kreatif yang bertekad untuk selalu berbuat baik dengan

cara memberdayakan masyarakat di sekitar saya."

Meskipun terkesan kaku ataupun lucu, namun ini sebagai satu cara sederhana

membuat misi hidup diri kita. Anda dapat menyempurnakannya sesuai keinginan

Anda. Di kemudian hari Anda akan rasakan sesungguhnya Anda adalah manusia

yang punya potensi "luar biasa".

4. Tentukan juga beberapa peran Anda (pekerjaan dan beberapa aktivitas) di

masyarakat. Ini merupakan langkah "menerjemahkan" misi hidup dalam

bentuk teknis.

Berikut ini contoh daftar peran Muhammad Fathoni setelah dikelompokkan dalam

peran-peran sejenis:

· Guru agama Islam

· Pembicara (Penceramah)

· Keluarga (sebagai Ayah; sebagai Suami; sebagai Anak; & sebagai Saudara)

· Warga masyarakat (di lingkungan tempat tinggal)

· Penulis buletin Jum'at

· Organisator (Pengurus koperasi; Pembina pengajian remaja)

· Pengembangan diri (Pemain bulutangkis; Membaca buku; Shalat dan ibadah

lainnya)

Anda boleh membuat daftar peran tersebut sesuai dengan kondisi yang tengah

Anda tekuni.

5. Lanjutkan dengan membuat visi peran dan rencana kerja Anda.

Anda dapat melatih memvisualisasikan visi peran Anda dengan membayangkan

bagaimana gambaran masa depan dari setiap peran Anda karyawan/wirausaha,

suami/istri, organisator, dan sebagainya setahun atau beberapa tahun mendatang

yang penuh kesuksesan.

Akhirnya, visi peran tersebut dituangkan dalam bentuk kalimat dan schedule

rencana kerja yang terukur, fleksibel, terjangkau, menarik, jelas, dan singkat.

Semoga kita bisa konsisten dengan visi awal kita dan jangan enggan untuk

mengevaluasi dan meng-up date rencana kerja Anda. Semakin seseorang

berkomitmen dengan misi-visi dan pelaksanaan kegiatan hidupnya, semakin

mempermudah tercapainya kesuksesan hidupnya. Tips di atas hanya sebagai salah

satu washilah (sarana) alternatif menuju kesuksesan yang kita idamkan. Wallahu

a'lam.
Posted by Diar Labels:
Sunday, April 1, 2012 at 3:42 AM | 0 comments  
Blog Motivasi ini dia  Ridwan Blogs For Motifation
Posted by Diar
Seekor lebah hingap melintasi pohon kecil yang tidak kunjung besar lebah merasa heran mengapa pohon ini tidak sama dengan pohon lainya dari dulu kok kecil aja?. Berniat bertanya. Sang lebah hingap di pohon itu.
“ pagi hon…. “ (pohon)
“pagi bah…. (lebah maksudnya bukan bah surip) asik ya kamu, bisa terbang sana-sini “
lebah pun menjawab “iya ni..tapi, cape juga. Eh kamu kok gak kaya pohon di sekitar sini sih? Kan yang lain udah pada gede dan besar kamu kecil aja”
pohon pun menjawab “ah….tumbuh juga nanti di makan hama ,tuh tetanga sebelah udah tumbuh cape-cape, malah di makanin rayap percuma banget kan !”
“ya kamu usaha dulu dong siapa tahu lebih manfaat “ lebah coba beri semangat , kemudian lebah pun pergi.
Iseng-iseng la mendatangi pada pohon besar yang di kerumuni hama seperti kata si pohon kecil tadi dan becakap-cakap
“hei…wah saya kasian sama kamu kok bisa ya,dimakanin hama begini. tapi, masih aja mau tumbuh. bisakan membunuh hama itu denagn tidak tumbuh mengeluarkan makanan untuk hama itu ? ” tanya lebah .
“eh bah…. (sambil tersenyum bijak)” si lebah bingung kenapa ni pohon senyum-senyum
”ngeledek ya?” tanya lebah
“eh engak saya sering kok dengerin yang kaya gituan di kasihani orang kaya gitu tapi, aku enjoy aja. Malah aku bersyukur bisa tumbuh dengan subur selama ini. Apa artinya hama dan rayap ini, aku rasa bermanfaat minimal buat hama. jadi, kan hidup gak sia-sia jadi, Saya senyum.” jawab pohon
”oh …bener juga, sukses aja deh hon…..” kemudian lebah terbang meningalkan pohon “trimakasih bah… “sahut pohon.
Si lebah berpikir di jalan. Ternyata apa yang orang pikirkan gak penting yang penting apa yang kita pikirkan. Kalau yang kita pikirkan enjoy dan mengambil sikap positip ya enjoy aja gak usah riskan. (lu kira ni iklan?!) jadi, nambah bingung si lebah karena yang di katakan pohon kecil ada beberapa pohon lagi. Tadi pohon yang kena hama kemudian pohon yang pingir jalan. Karena di dorong rasa penasaran dan gak mau jadi hantu penasaran ahirnya ia berkunjung ke sana dan sampailah pohon di tepi jalan yang baru saja di pangkas bagian atasnya.
“ wah saya turut prihatin nih, ada bagian tubuhmu teramputasi kaya gitu” lebah berimpati
“ terimakasih bah,,,,tapi, kenapa harus perihatin begitu, saya aja yang punya gak segitu amat “ jawab pohon. Gubraggg lebah lebih bengong
“maksudnya?” “tahu gak betapa saya ini di perhatiakan orang bah, lihat gondrong sedikit udah di ncukur. Wah pohon mana yang di cukur tiap tahun. Saya semakin bersukur pada Alloh” tegas pohon. 
“tapi orang-orang ngomong ?”sahut lebah.
“ah biasa mereka mah memeng begitu. Apalagi hasil penebangan itu di gunakan untuk manfaat orang-orang, seneng melihatnya juga jadi, gak masalah. Lebah tambah bingung lagi “ ini pohon pada ngaji dimana pada ikhlas begini ? tanya dalam hati lebah .
”oh ya bah.. saya nasih beruntung lo, gak di tebang habis juga. Diijinnkan hidup di sini ketimbang di hutan menungu kapan di tebang ” pohon menambahkan.
“kalau begitu terimakasih. saya hanya konfirmasi aja saya pergi dulu deh” lebah sambil terbang meningalkan sang pohon.
Si lebah agak sempoyaongan dan terharu setelah bercakap-cakap tadi, tapi sang lebah masih berusaha terbang karena ada satu pohon lagi yaitu pohon besar yang tidak berbuah. Dengan cepat ia berangkat kesana kebetulan di bawah pohon ada warung nasi gitu. Jadi si lebah hati-hati dekati pohon.
“daerah ini rame ya?” tanya lebah.
“ iya .. ini kan dekat kota . ada apa tumben nangkring di sini “ sahut si pohon.
”gini jangan tersingung ya,.saya mau ngajuin pertanyaan yang agak nyingung dikit” lebah meminta ijin.
“ sok aja“ sahut pohon.
“ kamu dah besar dan rindang kenapa kamu gak berbuah ? kamu malas ya?” tanya lebah
“eh enak aja ! coba lihat di bawah “ tunjuk pohon itu.
”oh,.. terimakasih lo udahh ngerepotin. Mau neraktir ya, tapi lebah gak nafsu sama warteg “ lebah menangapi.
“ bukan,bukan mau neraktir, mana punya duit?! Alloh mnganugrahkan saya dahan yang rindang untuk berteduh dan usaha orang ini. Bayangkan kalau saya berbuah. Ini bisa ancur dan orang gak bereni dekatin saya“
”lo., kok kenapa?” potong lebah
“ saya kan pohon nangka yang buahnya gede-gede. Sekali jatuh ketiban pala orang bisa mati gak pake rumah sakit “ 
“mati di tempat?”
” ya bisa jadi! sebenarnya, sama aja berbuah ada manfaatnya sama, tangkai yang rindang juga ada manfaatnya kenapa harus jadi beban pikiran, tentang omongan orang karena saya gak berbuah. entar stres lagi !” pohon menjelaskan.
“ trimakasih hon.. saya dapat pelajaran berharga hari ini” sambil meningalkan pohon itu.
Sang lebah kembali lagi ke pohon kecil untuk menceritaka semunya dan mengatkan bahwa apa yang dia pikirkan selama ini tentang pohon-pohon itu tidak benar! Buktinya, mereka enjoy walaupun dalam ketida sempurnaan dan kekuranagn. Intinya jangan menghiraukan dengan apa yang dipikirkan orang lain fokuslah pada apa yang kita inginkan dan tidak keluar dari syariah islam. Dan berpikirlah positif. tapi,betapa terkejutnya ketika sang pohon menjawab ”kamu sih enak, ngomong begitu kamu lebah, punya senjata , bisa terbang dan pekerjaanmu di sukai banyak orang yaitu buat madu“
“ ketahuilah bahwa kadang saya juga makan hati. Madu yang kami hasilkan bisa hilang begitu saja tampa ada perlawanan. tapi, kami bersukur bisa jadi bermafaat” jawab lebah kemudian lebah pun meningalkanya.

Lebah mengerti ternyata selama ini yang jadi faktor untuk menjadi besar bukan kuaranganya nasehat tapi, sulinya menerima nasehat itu karena, pikiranya mengecilkan orang lain dan dirinya. (walaupun dia sendiri hasil ciptatan Alloh swt yang tidak ada cacat).

Setelah beberapa lama tak bertemu ketika lembah kembali ke pohon kecil itu ternyata telah mati. Bukan karena penyakit tapi,mati oleh keluhan-keluhanya yang di perturutkan. Seandainya masa remaja adalah pohon yang kecil itu betapa meruginya. Umur dan kemampuan yang di miliki di siya-siyakan hanya karena mendengar keluhan dan apa yang orang katakan tentang kita.
Hanya yang punya cita-cita yang di upayakan yang bisa terus melanjutkan hidup ke yang lebih baik dan bermanfaaat.
Posted by Diar Labels:
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum.